May 17, 2021

Tapi Teddy Syach Sebut Itu Gurauan Belaka Canda Rina Gunawan Seperti Firasat

Beberapa bulan sebelum meninggal, kondisi Rina Gunawan masih baik baik saja. Fisiknya cukup sehat. Teddy Syach, sang suami, menyebut istrinya dan membayangkan bisa menyaksikan pernikahan anak anak mereka. "Beberapa bulan belakang , pokoknya bunda mau menyaksikan dede sama kakak menikah," ujar Teddy Syach di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).

Teddy enggan menyebut kalimat itu dan menganggapnya . Meskipun pada akhirnya Rina Gunawan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021). "Dia pengin nyaksiin dulu, baru abis itu bunda pulang (meninggal). Ya itu sekedar gurauan," terangnya.

Setelah sakit komunikasi terakhir anak anak dengan Rina adalah saat melakulan panggilan video selama 10 detik sebelum dipasang ventilator. Saat video call, Rina Gunawan seolah mengucap pada sang suami yang dipanggilnya ayah. "Dia aja dadah dadah 'dadah ayah' gitu," tambahnya.

Rina Gunawan sempat harus menggunakan ventilator beberspa hari sebelum ia meninggal dunia. Hal tersebut karena Rina sempat merasakan sesak nafas. Sebelum terpapar , Rina memiliki beberapa penyakit bawaan seperti asma, sinus dan radang paru. Teddy Syach menjelaskan bahwa istrinya itu sempat menggunakan ventilator untuk membantu bernafas.

Ventilator dipasangkan kepada Rina Gunawan sekira tiga hari sebelum presenter kondang itu meninggal dunia. Bahkan sejak dirawat di ICU RSPP Simprug, Teddy Syach langsung dengan almarhumah istrinya tersebut. "Karena dari awal begitu masuk beliau di ICU jadi nggak bisa ketemu. Kita tetap berkomunikasi sampai pemasang vetilator 3 hari belakangan ini," ujar Teddy Syach di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).

"Pas belakangan karena beliau harus bernapas mandiri dan karena udah kecapekan jari dibantu peralatan napas dan lain lain," tuturnya. Teddy mengatakan sempat melarang istrinya itu memegang handphone untuk mengurusi pekerjaan. Ia menyuruh istrinya untuk tetap istirahat dan tidak mengurusi pekerjaannya selama masa perawatan di RSPP Simprug Jakarta Selatan.

"Selama ini komunikasi cuman wa dan videocall. Tapi karena intensitas kerja terlalu tinggi jadi saya juga melarang (pegang hp), harusnya dia istirahat," jelas Teddy. Teddy menuturkan bahwa kondisi Rina sempat stabil sebelum akhirnya harus menggunalan ventilator untuk membantunya bernafas. "Tetapi sempat stabil beberarapa hari lalu," kata Teddy.

Rina Gunawan meninggal karena sesak nafas di ruang ICU RSPP Simprug Jakarta Selatan, sebelumnya Rina dinyatakan usai menjalani sebuah acara dengan tim wedding organizernya. Sebelum meninggal dunia Rina diketahui sempat kelelahan karena jadwal kerja yang padat. Teddy Syach sang suami menuturkan bahwa sebelum jatuh sakit Rina Gunawan mengalami kelelahan karena usaha wedding organizernya sedang ramai acara.

"Jadi dimulai memang ada kegiatan yang cukup padat jadi beliau kecapekkan untuk beberapa kali mengurusi acara," kata Teddy Syah saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021). "Puncaknya saat istirahat justru selesai acara yang terakhir nggak tau terpaparnya dari mana," bebernya. Rina Gunawan tak sendiri terpapar .

Beberapa rekan di wedding organizernya juga terpapar. Namun disampaikan Teddy Syach, istrinya lah yang paling parah. "Yang lain itu udah sembuh semua orang kantornya. Karena kebetulan Rina mempunyai penyakit bawaan sinus ada sesak nafas asma juga," ujar Teddy.

"Jadi ketika terserang Covid 19 ya cukup berat buat beliau. Sampai seminggu terpisahkan," lanjutnya Rina Gunawan dimakamkan dengan protokol Covid 19, Teddy sendiri belum bisa memastikan apakah istrinya sudah sembuh dari Covid 19 atau belum. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *