June 21, 2021

Jual Tabung Gas & Koran hingga Kais Sisa Makanan Herjunot Ali Ungkap Kehidupan saat Masa Susah

Dibalik kesuksesannya sebagai aktor film, ternyata masa lalu Herjunot Ali penuh dengan lika liku perjuangan yang keras. Herjunot Ali menceritakannya saat diundang sebagai tamu di acara Okay Boss yang dipandu Raffi Ahmad dan Gading Marten. Saat itu dirinya ditantang untuk menjawab pernyataan yang diberikan secara jujur.

Seperti diketahui, sosok Herjunot Ali pasti sudah tak asing di kalangan penikmat film Indonesia. Kiprahnya sebagai aktor bisa dikatakan sukses. Beberapa film terkenal yang pernah diperankannya antara lain Kapal Van De Wijck, Antologi Rasa, 5 cm dan banyak lainnya.

Namun siapa sangka, ketika muda kehidupan Herjunot penuh dengan lika liku. Ia pun mengaku jika pernah kabur dari rumah saat usianya 17 tahun. Hal tersebut dilakukan lantaran bertengkar hebat dengan sang ayah, karena geram ia pun memilih untuk keluar rumah.

"Fakta, umur 17, gue berantem sama bokap kan, gue dikasih kalimat sama nyokap kalo laki laki itu harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri," ujar Junot dikutip dari Youtube Trans7 Official, Minggu (31/1/2021). Di umur yang masih terbilang remaja, bertahan hidup sendirian tanpa orang tua pastinya akan berat. Aktor itu pun terpaksa kembali ke rumah lantaran tak kuat menghadapi kerasnya hidup di jalanan.

Ditambah lagi saat itu dirinya tak bekerja, dan kehabisan uang untuk makan. "Gua keluar deh, ternyata kehidupan diluaran sana memang susah tidak segampang itu, habis itu gak ada duit, balik lagi ke rumah," jawabnya tertawa. Pertanyaan kedua pun dilontarkan oleh Gading Marten, yang saat itu menjadi MC tamu perihal kehidupan Junot saat di .

Pernah hidup selama 1 tahun di , Junot mengaku jika pernah hidup sulit. Ia bahkan bisa mengkonsumsi makanan sisa, yang telah dibuang. "Jaman dulu gua waktu di gak ada duit kan, jadi gua sama temen temen ngumpul di suatu tempat, kalau ada orang buang di , langsung kita ambil," jelasnya.

Kegiatan seperti itu terpaksa ia lakukan dengan temannya lantaran tak memiliki cukup uang untuk . Tak selalu makanan sisa, Junot mengaku jika terkadang makanan yang dibuang masih bagus dan baru. "Makanannya ada yang masih bagus, tergantung harinya, kalau hoki makanannya bagus, kalo gak hoki ya makanan bekas," ujarnya.

Herjunot Ali sendiri kala itu sempat melancong ke dalam rangka ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Namun nahas, gegara klub sepak bola yang didatanginya mengalami polemik, Herjunot Ali kembali ke Indonesia setahun kemudian. Tak cukup sampai di situ, Herjunot Ali kecil bahkan pernah tinggal di sebuah gang sempit di kawasan Cawang.

Saat itu, ia bahkan harus merasakan banting tulang mengais rejeki dengan berjualan tabung gas dan koran bekas. "Fakta. Dulu. Dulu tuh kalau gue anter gas orang bilang gini 'kamu ngapain cakep cakep anter gas'. Akhirnya gue dikasih makan," ujar Herjunot Ali. "Umur berapa ?" potong Sahila Hisyam selaku co host.

"Gue kelas 3 SD. Kalau (jualan), koran bekas itu gue kiloin, gue jual ke pasar," tambah Herjunot Ali. Ya, meski masa lalunya pernah susah, Herjunot Ali mengaku tak malu dengan hal itu dan mensyukuri segala hal yang kini sudah didapatkannya. (*) Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *